Kisah band veteran punk D.I.Y Fugazi


 Lahir dari Label Rekaman Bentukan Sendiri

Fugazi didirikan pada 1987 di Washington DC. Anggotanya yakni MacKaye (vokal-gitar), Guy Picciotto (gitar), Joe Lally (bas), dan Brendan Canty (drum). Kemunculan Fugazi tak bisa dilepaskan dari kiprah masing-masing personel—terutama MacKaye—dalam kancah punk dan underground lokal di DC.


Sebelum membentuk Fugazi, MacKaye lebih dulu bermain dengan The Teen Idles. Sepak terjang Idles berlangsung kurang lebih setahun semenjak berdiri pada 1979. Sesaat setelah Idles bubar, MacKaye bingung ingin berproses apa lagi mengingat ia masih memegang 600 dolar yang dihasilkan dari 35 kali manggung bersama Idles. Akhirnya, bersama Jeff Nelson, ia memutuskan untuk membangun label sendiriPengujung Desember 1980, label MacKaye yang bernama Dischord terbentuk. Alasan pembentukan Dischord berangkat dari pengalaman Idles yang “tidak pernah dilirik label rekaman." Lewat label ini, MacKaye mulai menjaring relasi dengan band-band punk lokal di DC. Tinggal dan bekerja di jantung politik Abang Sam membuat Dischord memiliki filosofi “memperluas musik bawah tanah dan mengelolanya secara mandiri."


“Di kota ini, kami harus melakukan semuanya sendiri karena pada dasarnya [kami] jenuh dengan pemerintah federal," terang MacKaye kepada The Guardian. “Faktanya adalah, banyak orang di DC yang tidak peduli dengan pemerintah. Minta petunjuk pada mereka adalah omong kosong karena mereka [pada dasarnya] tak punya hal itu."


Di tengah aktivitasnya bersama Dischord, MacKaye membentuk band hardcore, Minor Threat. Selain Minor Threat, band-band semacam S.O.A, Youth Brigade, The Untochables, hingga Government Issues yang kelak jadi legenda kancah DC juga menyeruak ke permukaan. Beberapa di antaranya bahkan jadi mitra Dischord.

Pada 1985, Revolution of Summer (Revolusi Musim Panas) lahir. Gerakan ini diinisiasi oleh salah satu penggerak kancah punk DC, Amy Pickering. Munculnya Revolusi Musim Panas dilatarbelakangi oleh maraknya kekerasan di panggung punk hingga sikap apatis terhadap kondisi sosial-politik. Tanggal 21 Juni, anggota Revolusi Musim Panas—yang terdiri dari musisi dan seniman—melangsungkan demo di depan kedutaan Afrika Selatan. Mereka menuntut apartheid dihapuskan.


Kehadiran Revolusi Musim Panas turut membuka keran kelahiran band-band baru seperti Rites of Spring, Embrace, Dag Nisty, Soulside, Gray Matter, Jawbox, Shudder to Think, sampai Nation of Ulysses. Keadaan tersebut juga membawa MacKaye melakukan hal serupa dengan membentuk Fugazi pada 1987, empat tahun pasca bubarnya Minor Threat.


Jonathan Cohen dalam The Rolling Stone Encyclopedia of Rock & Roll (2001) menjelaskan MacKaye mendirikan Fugazi bersama mantan anggota Rites of Spring, Picciotto dan Canty. Sementara Lally—si pembetot bas—yang sebelumnya bekerja sebagai roadie salah satu band Dischord menyusul kemudian. Nama Fugazi diambil dari akronim era Perang Vietnam (1957-1975) yaitu “Fucked Up, Got Ambushed, Zipped In."





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Profil dan Rilisan EP Perdana DISSENTER

Tikus Tanah dan Sampah Masyarakat